⛱️ Kumpulan Pertanyaan Tentang Hadits
Suatuhadits dinilai dhaif karena tidak terkumpul padanya sifat hadits hasan, lantaran kehilangan satu dari sekian syarat-syaratnya. Ada dua kemungkinan kelemahan sebuah hadits. Pertama, lemah dari sisi isnad, yaitu jalur periwayatan. Kedua, kelemahan dari sisi diri perawi, yaitu orang-orang yang meriwayatkan hadits itu.
67eXnuO. Ilustrasi hadits dalam agama Islam. Foto Pertanyaan tentang Hadits yang Sering Diajukan Umat MuslimIlustrasi hadits yang menjadi rujukan kedua agama Islam. Foto semoga Allah memberimu taufik, bahwa wajib bagi setiap Muslim untuk mengetahui perbedaan antara riwayat yang shahih dan yang tidak shahih. Dan perbedaan antara perawi yang tsiqah dan yang tertuduh berdusta. Dan hendaknya tidak meriwayatkan hadits-hadits tersebut kecuali yang diketahui keshahihannya dan selamat para perawinya.”
Kumpulan Hadits shahih beserta Arabnya yang pendek dan ringkas, cocok untuk kita hafal dan kita gunakan sebagai pedoman hidup. Hadits adalah sumber hukum di dalam islam yang kedudukannya berada di posisi kedua di bawah Al Quran selain ijma dan qiyas secara berurutan. Hadits ini jumlahnya sangat banyak dan tidak ada yang bisa memastikan berapa banyaknya hadits yang di keluarkan oleh Nabi muhammad, disini kami akan menuliskan beberapa hadits hadits pendek yang sahih untuk kita hafal dan amalkan. Jika Anda ingin mengetahui secara lengkap apa itu hadits dan macam macam hadits silahkan anda baca artikel kami sebelumnya tentang pengertian dan macam macam hadits. Untuk memudahkan anda mencari topik hadis sahih, silahkan anda buka daftar isi dibawah ini. Daftar IsiKumpulan Hadits Shahih Beserta Arabnya Yang RingkasHadits Tentang NiatHadits Tentang IkhlasHadits Pendek Tentang SabarHadits Tentang AkhlakHadits Tentang SenyumHadits Tentang JujurHadits Tentang Menuntut IlmuHadits Tentang Ilmu AgamaHadits Tentang Berbakti Kepada Orang TuaHadits Tentang ZinaAyat Al Quran Tentang JodohHadits Pendek Tentang NikahHadits Tentang Wanita ShalihahHadits Tentang HartaHadits Pendek Tentang SedekahHadits Tentang BekerjaHadits Tentang Larangan MalasHadits Tentang NafkahHadits Tentang IbadahHadits Tentang SholatAyat Al Quran Tentang SholatHadits Tentang PuasaHadits Tentang Bid’ahHadits Tentang DuniaHadits Tentang AkhiratHadits Tentang KematianHadits Tentang Hari KiamatHadits Tentang NerakaHadits hadits Pendek Tentang Surga Hadits Tentang Niat إنَّمَا الأعمَال بالنِّيَّاتِ Artinya “Sesungguhnya amal seseorang itu tergantung dengan niatnya” [Hadist Riwayat Bukhari & Muslim] Hadits Tentang Ikhlas إِنَّ اللَّهَ لا يَقْبَلُ مِنْ الْعَمَلِ إِلا مَا كَانَ لَهُ خَالِصًا وَابْتُغِيَ بِهِ وَجْهُهُ Artinya “Sesungguhnya Allah tidak akan menerima amalan kecuali yang murni hanya untuk-Nya, dan dicari wajah Allah dengan amalan tersebut.” [HR. An-Nasa’i] Hadits Pendek Tentang Sabar إِنَّمَا الصَّبْرُ عِنْدَ الصَّدْمَةِ الأُولَى Artinya “Sesungguhnya dikatakan sabar adalah ketika di awal musibah.” [HR. Bukhari, no. 1283]. Hadits Tentang Akhlak أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا Artinya “Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.” [HR. Abu Daud no. 4682 dan Ibnu Majah no. 1162.] Hadits Tentang Senyum تَبَسُّمُكَ فِي وَجْهِ أَخِيكَ صَدَقَةٌ Artinya “Senyummu di hadapan saudaramu adalah sedekah” [HR. Tirmidzi]. Hadits Tentang Jujur عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَاِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِيْ اِلَى الْبِرِّ اِنَّ الْبِرِّيَهْدِيْ اِلَى الْجَنَّةِ Artinya “Hendaknya kamu selalu jujur karena kejujuran itu akan membawa kepada kebaikan dan kebaikan itu akan membawa ke dalam surga.” [HR. Bukhari dan Muslim] طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ Artinya “Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim” [HR. Ibnu Majah no. 224]. مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا، سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيْقًا إِلَى الْجَنَّةِ Artinya “Barang siapa yang berjalan untuk mencari ilmu, Allah akan memudahkan dirinya jalan menuju surga”[HR. Muslim]. Hadits Tentang Ilmu Agama مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِى الدِّينِ Artinya “Barang siapa yang Allah kehendaki kebaikan, maka Allah akan memahamkan dia tentang ilmu agama.” [HR. Bukhari no. 71 dan Muslim No. 1037]. Hadits Tentang Berbakti Kepada Orang Tua أَطِعْ أَبَاكَ مَا دَامَ حَيًّا وَلاَ تَعْصِهِ Artinya “Taatilah ayahmu selama dia hidup dan selama tidak diperintahkan untuk bermaksiat.” [HR. Ahmad] إِنَّ أَبَرَّ الْبِرِّ صِلَةُ الْوَلَدِ أَهْلَ وُدِّ أَبِيهِ “Sesungguhnya kebajikan terbaik adalah perbuatan seorang yang menyambung hubungan dengan kolega ayahnya.” [HR. Muslim] Hadits Tentang Zina لا يزني الزاني حين يزني وهو مؤمن Artinya “Pezina tidak dikatakan mu’min ketika ia berzina” [HR. Bukhari no. 2475, Muslim Ayat Al Quran Tentang Jodoh اَلْخـَبِيـْثــاَتُ لِلْخَبِيْثـِيْنَ وَ اْلخَبِيْثُــوْنَ لِلْخَبِيْثاَتِ وَ الطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِيْنَ وَ الطَّيِّبُوْنَ لِلطَّيِّبَاتِ. Artinya “Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik”. [QS. An Nur26]. Hadits Pendek Tentang Nikah تزوجوا الودود الولود فاني مكاثر بكم الأمم “Nikahilah wanita yang penyayang dan subur! Karena aku berbangga dengan banyaknya ummatku.” [HR. An Nasa’I dan Abu Dawud] Hadits Tentang Wanita Shalihah اَلدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ. Artinya “Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah isteri yang shalihah.” [HR Muslim]. Hadits Tentang Harta إِنَّ رِجَالاً يَتَخَوَّضُونَ فِي مَالِ اللَّهِ بِغَيرِ حَقٍّ، فَلَهُمُ النَّارُ يَومَ القِيَامَةِ “Ada sejumlah orang yang membelanjakan harta Allah secara serampangan atau asal-asalan dengan cara yang tidak benar, maka untuk mereka neraka pada hari Kiamat.” [HR. Bukhari ]. Hadits Pendek Tentang Sedekah اليَدُ العُلْيَا خَيْرٌ مِنَ اليَدِ السُّفْلَى، فَاليَدُ العُلْيَا هِيَ المُنْفِقَةُ، وَالسُّفْلَى هِيَ السَّائِلَةُ Artinya “Tangan yang di atas lebih baik dari tangan yang di bawah. Tangan di atas adalah orang yang memberi dan tangan yang dibawah adalah orang yang meminta.” [HR. al-Bukhari dan Muslim Hadits Tentang Bekerja أَىُّ الْكَسْبِ أَطْيَبُ قَالَ عَمَلُ الرَّجُلِ بِيَدِهِ وَكُلُّ بَيْعٍ مَبْرُورٍ Artinya “Wahai Rasulullah, pekerjaan apakah yang paling baik?” Beliau bersabda, “Pekerjaan seorang laki-laki dengan tangannya sendiri dan setiap jual beli yang mabrur diberkahi.” [HR. Ahmad] مَنْ اَمْسَى كَالًّا مِنْ عَمَلِ يَدَيْهِ اَمْسَى مَغْفُوْرًا لَهُ Artinya “Barangsiapa yang di waktu sore merasa capek karena bekerja dengan kedua tangannya dalam mencari nafkah maka di saat itu diampuni dosa baginya.” [HR. Thabrani] Hadits Tentang Larangan Malas احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلاَ تَعْجِزْ Artinya “Bersemangatlah melakukan hal yang bermanfaat untukmu dan meminta tolonglah pada Allah, serta janganlah engkau malas” [HR. Muslim] Hadits Tentang Nafkah كَفَى بِالْمَرْءِ إِثْمًا أَنْ يُضَيِّعَ مَنْ يَقُوتُ Artinya “Seseorang cukup dikatakan berdosa jika ia melalaikan orang yang wajib ia nafkahi.” [HR. Abu Daud] Hadits Tentang Ibadah أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ، فَإِنْلَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَغِنَّهُ يَرَاكَ Artinya “Hendaknya kamu beribadah kepada Allah seakan-akan kamu melihatNya. Jika kamu tidak melihatNya maka sesungguhnya Dia melihatmu” [HR Muslim] Hadits Tentang Sholat قُمْ يَا بِلَالُ فَأَرِحْنَا بِالصَّلَاةِ Artinya “Wahai Bilal, berdirilah. Nyamankanlah kami dengan mendirikan shalat.” [HR. Abu Dawud no. 4985, shahih] كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا حَزَبَهُ أَمْرٌ، صَلَّى Artinya “Dulu jika ada perkara yang menyusahkan Nabi shallallahu alaihi wa sallam, beliau mendirikan shalat.” [HR. Abu Dawud no. 1420, hadits hasan] Ayat Al Quran Tentang Sholat وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآَتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ Artinya “Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’.” [QS. Al-Baqarah 43]. Hadits Tentang Puasa عَلَيْكَ بِالصِّيَامِ فَإِنَّهُ لَا مِثْلَ لَهُ Artinya “Hendaklah kalian berpuasa karena puasa itu tidak ada tandingannya.” [HR. Imam Ahmad dan An-Nasa’i] Hadits Tentang Bid’ah مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ Artinya “Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam agama kami ini yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak.” [HR. Bukhari dan Muslim]. Hadits Tentang Dunia إِنَّ مِمَّا أَخَافُ عَلَيْكُمْ من بعدي ما يفتح عليكم من زهرة الدنيا و زينتها Artinya “Sesungguhnya di antara yang aku khawatirkan pada diri kalian setelah peninggalanku ialah dibukakannya bunga dunia dan pernak-perniknya untuk kalian.” [HR Bukhari Muslim]. Hadits Tentang Akhirat اَللهُمَّ لَا عَيْشَ إِلَّا عَيْشَ الْآخِرَةِ Artinya “Ya Allah, tidak ada kehidupan kecuali kehidupan akhirat.” [HR Bukhari Muslim]. Hadits Tentang Kematian أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ يَعْنِي الْمَوْتَ Artinya “Perbanyaklah mengingat pemutus kenikmatan, yaitu mengingat kematian”. [HR Tirmidzi, Nasai, Ahmad dan Ibnu Majah]. Hadits Tentang Hari Kiamat بُعِثْتُ أَنَا وَالسَّاعَةُ كَهَاتَيْنِ. Artinya Diutusnya aku dan hari Kiamat bagaikan dua jari’ ini.’ [HR. Bukhari] Hadits Tentang Neraka نَارُكم هذِه ما يُوقدُ بنُو آدمَ جُزْءٌ واحدٌ من سبعين جزءاً من نار جهنَّم Artinya “Api yang dinyalakan oleh Ibnu Adam adalah satu bagian dari tujuh puluh bagian dari panasnya api Jahannam” [HR. Bukhari & Muslim] Hadits hadits Pendek Tentang Surga إِنَّ فِي الْجَنَّةِ مِائَةَ دَرَجَةٍ أَعَدَّهَا اللهُ لِلْمُجَاهِدِينَ فِي سَبِيلِهِ بَيْنَ الدَّرَجَتَيْنِ كَمَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ Artinya “Sesungguhnya di surga ada seratus tingkat yang dipersiapkan bagi para mujahidin di jalan-Nya. Jarak antatingkat seperti jarak bumi dan langit.” [HR. al-Bukhari]. فِى الْجَنَّةِ ثَمَانِيَةُ أَبْوَابٍ، فِيهَا بَابٌ يُسَمَّى الرَّيَّانَ لاَ يَدْخُلُهُ إِلاَّ الصَّائِمُونَ Artinya “Di surga ada delapan pintu. Ada pintu yang dinamai Rayyan, tidak ada yang masuk melalui pintu tersebut melainkan orang-orang yang puasa.” [HR. Buhari]. آتِى بَابَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَأَسْتَفْتِحُ فَيَقُولُ الْخَازِنُ مَنْ أَنْتَ؟ فَأَقُولُ مُحَمَّدٌ. فَيَقُولُ بِكَ أُمِرْتُ لاَ أَفْتَحُ لِأَحَدٍ قَبْلَكَ Artinya Aku mendatangi pintu surga dan minta untuk dibukakan. Penjaga surga pun berkata, “Siapa kamu?” Aku menjawab, “Muhammad.” Penjaga surga berkata, “Aku telah diperintah membukanya untukmu, dan aku tidak boleh membukanya untuk orang lain sebelummu.” [HR. Muslim] آتِى بَابَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَأَسْتَفْتِحُ فَيَقُولُ الْخَازِنُ مَنْ أَنْتَ؟ فَأَقُولُ مُحَمَّدٌ. فَيَقُولُ بِكَ أُمِرْتُ لاَ أَفْتَحُ لِأَحَدٍ قَبْلَكَ Artinya Aku mendatangi pintu surga dan minta untuk dibukakan. Penjaga surga pun berkata, “Siapa kamu?” Aku menjawab, “Muhammad.” Penjaga surga berkata, “Aku telah diperintah membukanya untukmu, dan aku tidak boleh membukanya untuk orang lain sebelummu.” [HR. Muslim] نَحْنُ الْآخِرُونَ الْأَوَّلُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَنَحْنُ أَوَّلُ مَنْ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ Artinya “Kita adalah yang terakhir masanya di dunia, tetapi yang pertama di hari kiamat. Kitalah yang akan masuk surga lebih dahulu.” [HR. Muslim] Demikianlah kumpulan hadits shahih beserta arabnya juga artinya yang pendek dan ringkas, semoga bermanfaat dan mudah mudahan kita bisa menghafal dan mengamalkan hadits hadits pendek tersebut. Wallahu a’lam.
Sepuluh Pertanyaan Mata Kuliah Studi Al quran dan Al HadistNama Prayitno NIM 2110904 Mata Kuliah Studi Al-Quran dan Al-Hadits 1. Persamaan dan Perbedaan yang mendasar Al-Qur’an, Hadits Qudsy dan Al Hadits Dari ketiganya memiliki beberapa persamaan dan juga memiliki perbedaan diantaranya a. Persamaan - Persamaan antara ketiganya Al-Qur’an, Hadits Qudsy dan Al Hadits yaitu sama-sama sebagai pedoman hokum/ pedoman utama bagi kehidupan manusia. - Bahwa Persamaan antara ketiganya Al-Qur’an, Hadits Qudsy dan Al Hadits yaitu semuanya keluar dari bibir Rosululloh SAW yang mengandung anwar/cahaya dari anwarnya Nabi Muhammad SAW. Karena semua yang Nabi SAW katakana adalah wahyu. b. Sedangkan Perbedaannya diantaranya 1 Perbedaan di tinjau dari Segi Bahasa dan makna - Al-Quran bahasa dan ma’nanya langsung dari Alloh SWT - Hadits Qudsi Ma’nanya dari Alloh SWT dan Bahasanya dari Nabi SAW - Hadis Nabawi bahasa dan maknanya dari Nabi SAW 2 Perbedaan dari segi periwayatan - Al-Qur’an tidak boleh diriwayatkan dengan maknanya saja. - Sedangkan selain Al-Qur’an boleh. 3 Perbedaan dari segi kemukjizatan - Al-Qur’an baik lafal dan maknanya merupakan mukjizat. - Hadis Qudsi dan Hadis Nabawi bukan merupakan mukjizat. 4 Perbedaan dari segi nilai membacanya - Al-Qur’an diperintahkan untuk dibaca, baik pada waktu shalat maupun di luarnya sebagai ibadah, baik orang yang membacanya itu mengerti maksudnya atau tidak. - Hadis Qudsi dan Nabawi dilarang dibaca ketika shalat dan membacanya tidak bernilai ibadah. Yang terpenting dalam hadis adalah untuk dipahami, dihayati, dan diamalkan. 2. Aspek-aspek kemukjizatan Al Qur'an hususnya aspek ilmiah memiliki hubungan antara nabi Muhammad yang alumm diantara hubungan tersebut Aspek Ilmiah dalam kemu’jizatan Al-Quran memiliki hubungan dengan kondisi Nabi yang ummi. Bahwasanya Nabi SAW memiliki sifat ummi yang tidak bisa membaca dan menulis adalah menjadi suatu alasan dan bantahan bahwa Alquran bukan buatan dari tangan dan bukan dari pemikiran Nabi SAW melainkan Al-Quran itu diturunkan dari Alloh SWT melalui malaikat Jibril kepada Nabi SAW dengan bahasa dan ma’nanya langsung dari Alloh SWT. Sifat ummi pada masa rasulullah menjadi hal yang wajar di kalangan orang-orang Quraish dan tidak perlu dipermasalahkan akan hal tersebut, karena mereka sendiri dari golongan orang-orang yang tidak bisa membaca dan menulis. Pada masa Nabi SAW memiliki sifat membaca dan menulis adalah menjadi bahan olok-olokan kaum Quraish, karena daya ingatan mereka sangat lemah. Seiring berjalannya waktu Nabi Muhammad tidak ummi lagi setelah keseluruhan ayat telah diturunkan, ini bukti membantah bahwa Nabi Muhammad tidak memiliki sifat baladah melainkan sifat fathonah dan satu bukti lagi bahwa akan pentingnya membaca dan menulis di era kontemporer sekarang dengan daya ingat yang lemah. 3. Proses interaksi antara malaikat Jibril nabi Muhammad dan para sahabat dalam menjaga kemurnian Alquran Allah menugaskan malaikat jibril As membawakan wahyu untuk disampaikan kepada Nabi Muhammad Saw secara berangsur-angsur. Setelah Al-Qur’an diterima secara sempurna oleh Nabi Muhammad dan disampaikan kepada para sahabat dan seluruh umatnya, dengan membaca, menulis serta menghafal Al-Quran dari zaman Sahabat, Masa Tabi’in, Masa Tabi’-Tabi’in sampai hari ini, baik ayat-ayatnya maupun isi kandungan dengan yang ada didalamnya untuk dipahami dan di amalkan dengan baik dan benar sebagai pedoman dan sumber utama dan pertama dalam menata semua aspek kehidupan manusia baik urusan dunia maupun akhirat sehingga dapat melestarikan dan mewujudkan kemurnian kitab suci Al-Quran. 4. Pandangan Islam terhadap hadirnya perintah membaca merupakan perintah agama yang tercantum dalam surat Al-Alaq, membaca sangat penting bagi manusia apalagi sumber utama dari ajaran Islam adalah Al-Quran dan Hadits yang berupa teks Arab sehingga mendorong umat islam harus melakukan kegiatan membaca yang dapat dijadikan sebagai syarat utama dalam membangun peradaban. apalagi peradaban yang maju harus dimulai dengan rajin baca dan mempunyai banyak pengetahuan. Membaca memiliki banyak manfaat dan membaca tidak terbatas pada teks namun membaca dapat dilakukan dengan membaca fenomena alam atau dalam study Al Qur'an disebut sebagai ayat kauniyah. 5. Relevansi untuk mempelajarai ilmu tentang eksitensi Al-Quran dan Al-Hadits yaitu bahwa Ilmu Al-Quran dan Al-hadits merupakan ilmu yang tetap eksis/relevan baik masa dulu, sekarang maupun masa yang akan datang sampai hari kiamat tiba untuk menjadi pedoman hidup manusia. Dan sesuai perintah agama bahwa Al-Quran dan Hadits merupakan pedoman utama/pokok . Dalilnya / hukum tidak boleh bertentangan dengan al-quran. 6. Alasan Al-Quran diturunkan bertahap kepada Rasulullah, karena untuk menguatkan atau meneguhkan hati Rasulullah SAW dalam dorongan dakwah. Hal ini diisyaratkan oleh firman Allah, “Berkatalah orang-orang yang kafir “Mengapa Al Quran itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?”; demikianlah supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacakannya secara tartil teratur dan benar.” QS. al-Furqan 32 Kemudian, untuk menentang dan melemahkan para penentang Al-Quran. Sebab, orang-orang musyrik bertujuan melemahkan Nabi, dengan melontarkan pertanyaan hal-hal batil yang tak masuk akal, seperti hari kiamat. Alasan berikutnya, untuk mempermudah hafalan dan pemahaman terhadap Al-Quran. Lalu, Al-Quran diturunkan menyesuaikan dengan peristiwa-peristiwa dalam penetapan hukum. Sebab, Al-Quran diturunkan sebagai penetapan aqidah yang benar, hukum-hukum syari`at, dan akhlak mulia. Sebagaimana firman Allah, Dan Al-Qur’an itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian. QS. al-Isra 106. Diturunkan tidak sekaligus, karena Al-Quran bukti yang pasti bahwa Al-Quran Al-Karim Diturunkan dari sisi Allah SWT yang Maha Bijaksana dan Maha Tahu. 7. Keberadaan hadis harus dikritik baik secara sanad maupun matan karena untuk mengetahui kualitas suatu Hadis, karena hal tersebut sangat fungsional berhubungan dengan kehujjahan Hadis. Suatu Hadis dapat dijadikan hujjah dalil dalam menetapkan hukum apabila Hadis tersebut telah memenuhi syarat-syarat diterimanya maqbul suatu Hadis. Alasan lainnya yaitu penelitian kualitas hadis perlu dilakukan, bukan berarti meragukan hadis Nabi Muhammad saw, tetapi melihat keterbatasan perawi hadis sebagai manusia, yang adakalanya melakukan kesalahan, baik karena lupa maupun karena didorong oleh kepentingan tertentu. Keberadaan perawi hadis sangat menentukan kualitas hadis, baik kualitas sanad maupun kualitas matan hadis. Selama riwayat-riwayat ini membutuhkan penelitian dan kajian mendalam untuk mengetahui mana yang dapat diterima dan mana yang ditolak, maka mutlak diperlukan adanya kaidah-kaidah dan patokan sebagai acuan melakukan studi kritik Hadis. 8. Adanya sistem sanad atau nasab keilmuan itulah yang membuat kemurnian agama Islam terjaga. Prinsip-prinsip keislaman yang kita praktikkan hari ini sama persis dengan yang diamalkan Baginda Nabi Muhammad SAW. Metode sanad adalah modal peradaban istimewa kaum Muslimin. Metodologi ini hanya dimiliki umat Islam. Tanpa sanad, manusia bisa berbicara apa saja tanpa dasar. Ada ungkapan hikmah dalam bagian mukadimah kitab Shahih Muslim. Di sana, dinyatakan bahwa “Al-Isnad minad din; laulal isnaad laqala man sya’a ma sya’a. Artinya, “Sistem sanad bagian dari fondasi agama. Andaikan tidak ada sanad, orang akan berbicara agama sesuai hawa nafsu dan kepentingannya saja. 9. Nilai-nilai amanah sama penting kedudukannya dengan nilai-nilai siddiq. Siddiq dalam manajemen pemasaran modern sangat menentukan terciptanya layanan informasi yang benar. Bahkan, karakter siddiq merupakan dasar yang harus menyertai aktivitas bisnis sehingga hak atau kepentingan pelanggan tetap terpenuhi. Selain itu dalam pemasaran salah satu prinsip yang dikedepankan adalah amanah kepercayaan karena perusahaan kalau sudah memegang amanah dengan penuh, masyarakat akan datang sendiri untuk menginvestasikan dananya pada perusahaan tersebut. Bagi perusahaan, pebisnis dan pekerja, sifat amanah akan membawa keuntungan besar. Sebab, ketika mitra bisnis atau para pembeli memutuskan untuk membelanjakan uangnya,mereka menganggap pedagang itu dapat dipercaya amanah. Selain itu, sehebat apa pun strategi bauran pemasaran marketing mix yang bertumpu pada “4P” product, price, place, dan promotion ditempuh, misalnya tidak akan membuahkan sukses tanpa disertai adanya nilai-nilai amanah. Kalau dianalisis lebih jauh, rasa percaya amanah ini merupakan landasan bisnis yangkuat. Tanpa adanya rasa percaya dari mitra bisnis, konsumen dan masyarakat sekitar, dapatdipastikan bisnis perdagangan apapun baik itu berupa jasa atau barang akan mengalamikegagalan. Itulah sebabnya, kepercayaan trust dianggap sebagai motor penggerak utama suatu bisnis 10. Saya berpendapat, terkait perkuliahan studi al qur’an dan hadits sangatlah penting dan luar biasa kandungan isinya sehingga menambah wawasan keilmuan, studi ini dapat mengingatkan kita terkait makna al- qur’an dan hadist sebagai pedoman dalam berkehidupan sehari-hari. Ilmu Al-Quran dan Al-hadits merupakan ilmu yang tetap eksis/relevan baik masa dulu, sekarang maupun masa yang akan datang sampai hari kiamat tiba untuk menjadi pedoman hidup manusia. Dan sesuai perintah agama bahwa Al-Quran dan Hadits merupakan pedoman utama/pokok . Dalilnya / hukum tidak boleh bertentangan dengan menjadi banyak belajar konsep-konsep dalam Qur'an dan hadist sehingga semakin menyadari keluasan ilmunya Alloh , kebodohan saya kelihatan dan menjadikan semangat untuk terus menggali ilmuNya, seerta berusaha mengamalkannya. Sehingga saya dapat memahami bahwa segala sesuatu yang diciptakan Allah SWT pasti ada manfaatnya. Al Quran mengandung banyak pokok ajaran sehingga seluruh hidup dan kehidupan ini menjadi teratur. Oleh karena itu di dalam Al Quran terdapat ayat-ayat yang menjelaskan tentang fungsi Al Quran, sebagit 1. Petunjuk bagi Manusia Al Quran adalah kitab suci yang diwahyukan Allah SWT kepada Nabi Muhammad Saw sebagai rahmat dan petunjuk bagi manusia yang beriman dan bertakwa daam hidup dan kehidupannya. Hal ini sesuai firman Allah dalam Surat Al A'raf ayat 52 "Sungguh, Kami telah mendatangkan Kitab Al-Qur'an kepada mereka, yang Kami jelaskan atas dasar pengetahuan, sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman." Hal ini dapat terlihat bagi siapa saja manusia yang mengikuti petunjuk Al Quran akan mendapatkan kemuliaan, kejayaan, keselamatan, dan kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat. Pokok Ajaran Islam Sebab dari Al Quranlah diambil segala pokok syariat dan dalil-dalil syar'i yang mencakup seluruh aspek hukum bagi manusia dalam menjalani hidup di dunia atau di akhirat. Hal ini sesuai dengan firman Allah Surat An Nisa ayat 105 Sungguh, Kami telah menurunkan Kitab Al-Qur'an kepadamu Muhammad membawa kebenaran, agar engkau mengadili antara manusia dengan apa yang telah diajarkan Allah kepadamu, dan janganlah engkau menjadi penentang orang yang tidak bersalah, karena membela orang yang berkhianat, a. Pengajaran bagi Manusia Al Quran adalah pengajaran bagi manusia. Karena itu manusia mengetahui jalan yang hak dan batil, antara yang benar dan yang sesat dan lainnya. Hal ini tercantum dalam Surat Yunus ayat 57 Wahai manusia! Sungguh, telah datang kepadamu pelajaran Al-Qur'an dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman. Fungsi Al Quran itulah menjadikan Al Quran memiliki peran yang sangat penting dalam menjalani hidup. Tujuannya agar hidup berjalan kebenaran dan keselamatan di dunia dan juga dalam kehidupan akhirat.
kumpulan pertanyaan tentang hadits